Kamis, 04 April 2013

Karakteristik Kewiraswastaan yang sukses


KEWIRASWASTAAN


Para ahli sejarah dan ahli ekonomi tidak selalu berpendapat pada sumber yang mendorong tercapainya kemakmuran suatu Negara, akan tetapi mereka selalu sependapat tentang adanya kelompok individu yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Kelompok tersebut dinamakan wiraswastawan. Istilah kewiraswastaan (entrepreneurship) berasal dari bahasa perancis yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “perantara”. Pada abad pertengahan istilah ini digunakan untuk menjelaskan orang-orang yang menangani proyek produksi skala besar. Sedangkan kewiraswastaan secara lebih luas didefinisikan sebagai proses penciptaan Sesutu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi, dan social yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.
Di dalam dunia modern wiraswastaan adalah orang yang memulai dan mengerjakan perusahaannya sendirian, mengorganisasi, dan membangun perusahaan sejak revolusi industri. Orang yang memulai usahanya sendiri bisa mendapatkan manfaat dari studi mengenai karakteristik kewirausahaan.
Didalam kewiswastaan disepakati adanya tiga jenis perilaku, yaitu: (a) memulai inisiatif, (b) mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme social/ekonomi untuk mengubah sumberdaya dan dengan cara praktis, (c) diterimanya reiko atau kegagalan.
Sejarah menunjukkan bahwa wiraswastawan mempunyai karakteristik umum serta berasal dari kelas yang sama, yaitu berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Wiraswastawan umumnya mempunyai seifat yang sama yakni sebagai beriktut:
Menurut McClelland, bahwa karakteristik wiraswastawan adalh sebagai berikut:
a. Adanya keinginan untuk untuk berprestasi
b. Adanya keinginan untuk bertanggungjawab
c. Mempunyai preferensi kepada resiko-resiko menengah
d. Mempunyai persepsi pada kemungkina berhasil
e. Memperhitungkan umpan balik dari apa-apa yang mereka kerjakan
f. Mempunyai aktivitas enerjik
g. Berorientasi ke masa depan
h. Mempunyai keterampilan dalam pengorganisasian
i. Sikap menomorduakan uang
Karakteristik kewiraswastaan sukses dengan n Ach tinggi adalah sebagai berikut :
a. Mempunyai kemampuan inovatif
b. Mempunyai toleransi terhadap kemenduaan
c. Mempunyai keinginan untuk berprestasi
d. Mempunyai kemampuan untuk melaukan perencanaan realistis
e. Mempunyai sifat kepemimpinan yang berorientasi kepada tujuan
f. Mempunyai objektifitas tinggi
g. Memikul tanggungjawab pribadi
h. Mempunyai kemampuan beradaptasi
i. Mempunyai kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
McClelland mengemukakan tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi tujuan ekonomi. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan untuk berprestasi , n Ach; kebutuhan berafiliasi, n Afill; dan kebutuhan untuk berkuasa , n Pow
Kebutuhan berafiliasi adalah kebutuhan untuk membentuk hubungan yang hangat dan bersahabat dengan orang lain - keinginan untuk diterima dan disukai.
Kebutuhan untuk berkuasa menguraikan keinginan untuk mengendalikan cara-cara mempengaruhi orang lain, keinginan untuk mendominasi, untuk meyakinkan orang lain tentang kebenaran dari superioritas orang lain.
1. Kepuasan n Ach diperoleh dari kekampuan memecahkan persoalan sulit dengan kecerdasan diri
2. Kepuasan n Afill diperoleh dari melakukan pertikaian dalam kelompok kerja atau membangun hubungan kerja sama dengan rekan sebaya
3. Kepuasan n Pow diperoleh dari keberhasilan di dalam mendapatkan pengaruh dalam kelompok rekan sebaya melalui persuasi atau politik

Menurut McClelland perkembangan karakteristik n Ach bisa dilakukan melalui program pendidikan pelatihan khusus dengan tiga tahap yaitu:
a. Tahap pertama, membantu menyadarkan orang-orang pada potensi mereka untuk mendapatkan karakteristik kewiraswataan
b. Tahap kedua, pengembangan dari apa yang didistilahkan sindrom prestasi. Individu-individu diajar untuk berpikir, berbicara, berindak dan menadari orang sebagai pribadi dengan n Ach Tinggi
c. Pemberian dukungan kognitif. Tujuannya untuk membantu orang-orang menghubungkan cara berpikir baru dengan asumsi mereka sebelumnya dan cara melihat dunia

Keseluruhan pola pengembangan n Ach menyesuaikan diri dengan satu cara terbaik untuk membanu individu meningkatkan tingkat penerimaan diri, penegasan dan pendasaran mereka-yaitu tercapainya kondisi bagi keberhasilan psikologis.
Terdapat fakrot-faktor di samping n Ach yang biasa diajarkan untuk melahirkan seseoarang wiraswastaan yaitu berupa pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi kesempatan bisnis, analisa resiko, da perolehan kompetensi manajerial. 


sumber:http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2167256-kewiraswastaan/


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar